rss

~ Indonesia Berpotensi Ekspor Listrik ke Malaysia

Ditulis pada Selasa, 28 November 2017 | Kategori: 105 - Energi Sungai / PLTA | Dilihat 155 kali

Selain mengikuti pertemuan bilateral Indonesia-Tiongkok di Beijing, kedatangan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie sekaligus untuk melihat objek-objek penting di Negeri Tirai Bambu tersebut. Utamanya yang berkaitan dengan rencana pembangunan di Kaltara.

Salah satunya, Gubernur melihat bendungan Cin’an Xiuw atau bendungan Jembatan Jing’an, yang berada di Sungai Cing Saha atau Pasir Emas di sebuah daerah-setara kabupaten, bernama Lijiang di Provinsi Yunan, Tiongkok.

Bendungan ini dibangun oleh Hanergy Holding Group, sebuah perusahaan bonafit yang berencana membangun bendungan, sekaligus PLTA di Sungai Sembakung, Kabupaten Nunukan. “Kita ke sana (bendungan Cin’an Xiuw) difasilitasi oleh Hanergy. Karena bendungan itu mereka yang bangun. Saya diminta melihat langsung, sekaligus untuk meyakinkan, keseriusan perusahaan untuk membangun PLTA di Kaltara,” ungkap Irianto.

Di bendungan Cin’an Xiuw, kata Gubernur, telah dibangun sebuah PLTA besar yang menghasilkan listrik 3.000 megawatt (MW). Selain mengaliri kawasan industri dan kebutuhan rakyat di Provinsi Yunan, listrik dari yang dihasilkan oleh PLTA dari bendungan tersebut, juga dialirkan untuk menyuplai listrik ke beberapa provinsi di sekitarnya. Seperti Kunming dan Guangdong yang berjarak kurang lebih 1.600 kilometer.

“Meski dengan kapasitas yang tidak sebesar itu (3.000 MW), nanti Hanergy akan membangun bendungan dan PLTA di Sembakung, Nunukan. Sekarang, sudah mulai dalam proses perizinan dan survei,” jelasnya.

Dari bendungan dan PLTA yang akan dibangun di Sembakung, dikatakan Irianto, untuk tahap awal diproyeksikan akan menghasilkan listrik 250 MW. Listrik ini akan bisa suplai energi ke Kabupaten Nunukan dan Malinau. Bahkan, bisa ke Sebatik dan Sabah, Malaysia.

“Dari listrik (PLTA Sembakung yang dibangun Hanergy, Red) yang dihasilkan itu, ke depan kita bisa juga mengembangkan kawasan industri baru,” jelas Irianto.

Sebelumnya, bersama Gubernur dan perwakilan dari provinsi lain yang masuk skema kerja sama Global Maritime Fulcru (GMF) dan Belt Road Initiative (BRI) Indonesia-Tiongkok, Irianto turut hadir dalam pertemuan bilateral yang difasilitasi oleh China Development Bank (CDB) di Beijing.

Irianto mengungkapkan, dari pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. Di antaranya mengenai proyek apa saja yang akan didukung pendanaannya oleh CDB sebagai investasi di Indonesa. Terutama ke daerah-daerah yang masuk dalam skema kerja sama GMF-BRI. Salah satunya, Kaltara.

Judul: PLTA Sembakung Bisa Ekspor Listrik ke Malaysia

Penulis: Humas

Link: http://bulungan.prokal.co/read/news/10514-plta-sembakung-bisa-ekspor-listrik-ke-malaysia.html