rss

~ Investor Audiensi Tentang Sampah Pontianak

Ditulis pada Kamis, 14 Desember 2017 | Kategori: 110 - Energi Sampah / PLTSa | Dilihat 186 kali

Investor luar kembali melirik potensi investasi dibidang pengolahan sampah menjadi listrik di Kota Pontianak.

Sebelumnya investor China yaitu Shanghai Electric Group yang membuat MoU untuk pengelolaan sampah menjadi energi listrik di Kota Pontianak walaupun hal itu masih dalam kajian mereka tak terdengar keberlangsungan dari MoU tersebut.

Kali ini perusahaan PT Param Dwi Jaya kembali melirik potensi investasi dibidang pengolahan sampah menjadi listrik tersebut.

Direktur PT Param DWI Jaya, Vinay Hariani melakukan audiensi dengan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji dengan mempresentasikan apa yang akan dibuatnya kedepan terhadap permasalahan sampah di Kota Pontianak dengan mengubahnya menjadi energi listrik.

Vinay melihat Kota Pontianak sangat berpotensial untuk pihaknya berinvestasi, karena volume samoah yang ada dinilainya cukup untuk mensuplai.

"Kita datang mau melihat Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Kota Pontianak, nanti kita akan buat power plannya. Sehingga kita tahu, saya melihat potensi di Pontianak sangat besar," ucap Vinay setelah mempresentasikan rencana proyek pengolahan sampah menjadi listrik didepan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Rabu (13/12/2017).

Ia menjelaskan sampah yang ada akan diolah dan menghasilkan listrik dan semua sampah dipastikannya habis terproses, baik sampah basah naikin sampah kering.

"Di sini sekarang ada 400 ton perhari , tapi bisa gabung dengan Kabupaten Kubu Raya, yang bisa menghasilkan 160-180 ton lebih. Dengan jumlah itu kita bisa dapat 12 mega watt listrik yang bisa dijual di PLN," ujarnya.

Dengan menggunakan teknologi ADF, semua sampah disebut Vinaay Hariani akan habis dibakar semua dan tidak ada gas dan emisi.

Sampai saat ini sudah ada beberapa daerah yang bekerjasama dengan pihaknya ada MoU dengan di Aceh, Kalsel yaitu Banjarmasin yang saat ini sedang dilakukan pengecekan kualitas sampah. Ia berharap kerjasama dengan Kota Pontianak dapat segera terealisasi karena sangat potensial.

"Perlu disiapkan semua laporan sampah, lalu tanah di mana yang pas untuk dibangun pabrik, kemudian dibuat FS. Sampah basah semua bisa, kecuali kaca atau besi. Ini teknologi paling cocok untuk Asia, karena 45 persen sampah basah. Untuk biaya investasi permega wattnya kita kirakan Rp30 miliar," ucapnya.


Judul: Investor Kembali Lirik Investasi Pengolahan Sampah Menjadi Listrik di Kota Pontianak
Penulis: Syahroni
Link: http://pontianak.tribunnews.com/2017/12/13/investor-kembali-lirik-investasi-pengolahan-sampah-menjadi-listrik-di-kota-pontianak