~ KSM Masih Keliling Rumah Cari Minyak Jelantah
Kali ini rombongan media mengunjungi bank sampah kelompok swadaya masyarakat (KSM) di RT 8, Kelurahan Kampung Enam, Tarakan, yang memproses sampah warga menjadi pupuk kompos, bioetanol, biogas, dan biodiesel. KSM ini merupakan binaan dari Pertamina Asset 5 Field Tarakan.
Diterangkan oleh Ketua KSM Sarji, bank sampah tersebut bukan hanya untuk pengolahan pupuk kompos yang berasal dari sampah warga. Melainkan, juga digunakan untuk proses pembuatan biodiesel yang berasal dari minyak jelantah. Di mana untuk proses pembuatan pupuk, Sarji mengaku bisa dibuat dalam kurun waktu seminggu. Sementara untuk biodiesel diakui masih terkendala dengan keterbatasan bahan baku berupa minyak jelantah.
“Untuk proses pengambilan sampah, petugas yang langsung datang sendiri ke rumah warga untuk mengambilnya. Ada yang sudah dipilah antara sampah organik dan sampah anorganik,” ujar Sarji.
Lanjut Sarji, sampah-sampah tersebut langsung dikirim untuk dilakukan proses pembuatan pupuk. Untuk pembuatan biodiesel, awalnya dari minyak jelantah yang terbuang kemudian menggunakan teknologi pencampuran zat kimia. Sedangkan untuk bioetanol, ini diproses dari sampah atau air kelapa yang difermentasi dan disuling.
“Untuk hasil pupuknya sangat bagus. Pasalnya, pupuk ini lebih bagus daripada pupuk kimia, mengingat pupuk hasil kompos bisa memperbaiki tekstur tanah menjadi lebih subur dan biodiesel juga untuk mengurangi efek rumah kaca,” sambungnya.
Sarji menambahkan, bank sampah berdiri sejak 8 Mei 2008. Hingga saat ini, tempat yang dibina oleh Pertamina Ep Asset 5 Tarakan tersebut melayani sampah dari 895 rumah warga di Kelurahan Enam yang tersebar di 13 lingkungan RT.
“Kelurahan Enam sebenarnya ada 15 RT. Tapi kami hanya mampu melayani sampah warga 13 RT saja dari Senin hingga Sabtu. Sementara untuk dua RT tak bisa dilayani, akibat lokasinya di perbukitan dan sarana angkutan pengambilan sampah belum memadai,” beber Sarji.
Saat ini, diterangkan oleh Sarji, yang menjadi kendala KSM-nya adalah pengadaan jelantah. Sumber jelantah berasal dari warga dan dibeli oleh KSM dengan harga seribu rupiah untuk satu liternya. Sementara untuk proses pengangkutan sampah, warga membayar iuran tiap bulan sebesar Rp 15 ribu.
“Untuk sementara, hasil akhir dari pengolahan sampah tersebut tidak dijual. Hal itu karena belum ada analisis dan kurangnya bahan baku,” terangnya.
Sementara itu, Ketua RT 8 Kampung Enam, Heru Slamet Riyadi mengatakan, keberadaan bank sampah ini sangat membantu warganya dalam proses pembuangan sampah. Mereka tidak perlu susah-susah membuang sampah rumah tangga. Pasalnya, petugas bank yang akan mengambil langsung ke rumah.
“Apalagi, bank sampah ini juga kerap membantu Pemkot Tarakan dalam meraih piala Adipura, mengingat menjadi salah satu lokasi indikator penilaian di Kota Tarakan,” singkat Heru.
Judul: Ubah Minyak Jelantah Jadi Biodiesel
Penulis: RAMADHANI
Link: http://balikpapan.prokal.co/read/news/216887-ubah-minyak-jelantah-jadi-biodiesel.html